BAP, Cikarang – Gentengisasi adalah upaya mengganti atap rumah, terutama yang masih memakai asbes atau bahan berisiko, dengan genteng yang lebih aman dan lebih layak.
Program ini terlihat sederhana, tapi dampaknya besar bagi kehidupan rakyat.
Masih banyak rumah yang menggunakan atap lama tanpa disadari bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Debu asbes terhirup setiap hari, pelan-pelan merusak paru-paru, dan efeknya baru terasa ketika sudah terlambat.
Presiden Prabowo sangat mendorong gentengisasi karena tujuannya bukan sekedar mengganti atap, tapi melindungi kesehatan rakyat dalam jangka panjang.
Penyakit akibat lingkungan rumah yang tidak sehat sering muncul diam-diam dan biaya pengobatannya mahal.
Jika dibiarkan, ini akan terus membebani keluarga dan negara.
Dengan memperbaiki rumah dari sekarang, risiko itu bisa ditekan sejak awal.
Tujuan besar lainnya adalah memastikan generasi berikutnya tumbuh di lingkungan yang lebih sehat.
Anak-anak yang tinggal di rumah panas dan berdebu lebih mudah sakit dan sulit beristirahat dengan baik.
Genteng yang lebih aman membuat rumah lebih sejuk dan nyaman, sehingga anak-anak bisa tumbuh dengan kondisi fisik yang lebih baik.
Ini soal menyiapkan masa depan, bukan hanya menyelesaikan masalah hari ini.
Bagi Presiden Prabowo, pembangunan tidak selalu harus berupa proyek besar.
Perbaikan kecil yang langsung menyentuh kehidupan sehari-hari justru lebih terasa manfaatnya.
Gentengisasi dianggap sebagai langkah nyata agar rakyat hidup lebih sehat, lebih kuat, dan tidak terus-menerus bergantung pada pengobatan.
Dorongan kuat terhadap gentengisasi berangkat dari keinginan memperbaiki kualitas hidup rakyat dari hal paling dasar yaitu rumah.
Jika rumah sehat, keluarga lebih tenang, dan masyarakat bisa lebih fokus bekerja serta membangun masa depan.
Dari situlah perbaikan nasib negeri dimulai.





Ratna Reply
Menarik sekali. Saya jadi ingin tahu lebih banyak