Apakah Sering Makan MSG Bisa Bikin Bodoh?

BAP, Cikarang – Anggapan bahwa konsumsi MSG atau micin dapat membuat seseorang menjadi "bodoh" masih kerap beredar di masyarakat. Dokter menegaskan bahwa klaim tersebut tidak memiliki dasar ilmiah. Dampak utama konsumsi MSG berlebihan justru lebih berkaitan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi, bukan penurunan fungsi otak. Istilah "Generasi Micin" sempat populer beberapa tahun lalu sebagai julukan yang ditujukan kepada Generasi Z (Gen Z). Julukan tersebut muncul sebagai sindiran yang mengaitkan pola pikir generasi muda dengan anggapan bahwa terlalu banyak mengonsumsi MSG dapat memengaruhi kecerdasan. Padahal, secara medis, konsumsi monosodium glutamat (MSG) tidak terbukti memengaruhi fungsi maupun kemampuan otak. Hal itu disampaikan dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya. "Sebelum nyampe ke otak, orangnya udah hipertensi dulu. Konsumsi MSG atau monosodium glutamat terlalu berlebihan itu efeknya sama kayak garam, karena sifatnya menarik air," kata dr. Tirta.

Dampak MSG

Menurutnya, MSG memiliki karakteristik yang mirip dengan garam karena sama-sama dapat menarik air. Jika dikonsumsi secara berlebihan, keduanya berpotensi meningkatkan risiko hipertensi. "Jadi, konsumsi MSG berlebihan itu akan membuat kalian cenderung mengalami faktor risiko utama menjadi tekanan darah tinggi, walau itu slight atau mild," jelasnya. Dr. Tirta menilai anggapan bahwa MSG dapat memengaruhi fungsi otak hingga membuat seseorang menjadi "bodoh" merupakan kesimpulan yang keliru. Menurutnya, jika pun ingin menimbulkan dampak langsung pada otak, jumlah MSG yang dikonsumsi harus berada pada tingkat yang sangat ekstrem dan tidak realistis dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai ilustrasi, ia menyebut seseorang harus mengonsumsi sekitar satu kilogram MSG dalam sehari, sesuatu yang nyaris mustahil dilakukan. "Jadi ya, buat kawan-kawan semua ya, sebenarnya terlalu banyak MSG terus membuat goblok itu jauh banget hubungannya dan harus dalam jumlah yang sangat besar," tutur dr. Tirta. Meski demikian, ia tetap mengingatkan masyarakat agar membatasi konsumsi MSG dalam jumlah wajar. Pasalnya, penggunaan berlebihan dapat meningkatkan risiko hipertensi. Selain itu, MSG sejatinya hanya berfungsi sebagai penguat cita rasa sehingga tidak perlu digunakan secara berlebihan dalam masakan.

"Jadi, teman-teman, MSG itu konsumsinya harus dibatasi per hari, karena berisiko menyebabkan gangguan hipertensi. Udah, itu aja. Dan MSG itu kan sebenarnya penguat rasa. Rasa manis jadi sangat manis, rasa gurih jadi sangat gurih," pungkasnya.

Sumber : https://women.okezone.com/read/2026/08/02/298/3233698/apakah-sering-makan-msg-bisa-bikin-bodoh

 

admin

Ikuti kami di media sosial lain untuk mendapatkan update berita terkini dan konten eksklusif lainnya.

4 Comments

Ratna Reply

Menarik sekali. Saya jadi ingin tahu lebih banyak

Hendra Reply

Informasi ini sangat berguna

Lina Reply

Saya baru tahu tentang hal ini

Irfan Reply

Terima kasih atas informasinya

Dewi Reply

Saya akan mencari tahu lebih lanjut tentang ini

Rina Reply

Luar biasa! Terima kasih sudah berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *