Prakiraan BMKG: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang pada 26-27 Maret 2026

BAP, Cikarang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan sejumlah wilayah berpotensi dilanda hujan lebat serta diterjang angin kencang pada Kamis (26/3/2026) dan Jumat (27/3/2026).

BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.

“Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan oleh para pengendara kendaraan bermotor terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan/atau petir serta angin kencang, yang berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan selama periode Mudik Lebaran,” terang BMKG dikutip dari laman resminya.

Penyebab hujan lebat dan angin kencang

BMKG menerangkan, kondisi cuaca di Indonesia masih dipengaruhi oleh dinamika atmosfer skala global, regional, dan lokal dalam sepekan ke depan.

Hasil analisis menunjukkan El Nino-Southern Oscillation (ENSO) berada pada kategori netral hingga La Nina lemah.

Nilai Southern Oscillation Index (SOI) yang teramati sebesar +13,3 dan indeks NINO 3.4 sebesar -0,53.

Nilai indeks tersebut dinilai belum cukup signifikan dalam meningkatkan pola konvektif di wilayah Indonesia.

Sementara itu, Dipole Mode Index (DMI) sebesar +0,53 menunjukkan tidak adanya aliran udara signifikan dari Samudra Hindia timur Afrika menuju wilayah Indonesia bagian barat.

Meski demikian, analisis regional berdasarkan anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR), Madden-Julian Oscillation (MJO), dan aktivitas gelombang ekuator.

Kondisi tersebut mengindikasikan kecenderungan peningkatan aktivitas konvektif, terutama di wilayah Indonesia bagian tengah hingga timur.

Peningkatan aktivitas konvektif tersebut diprakirakan diperkuat oleh aktifnya MJO secara spasial pada 24–25 Maret 2026 di wilayah timur Indonesia.

Hal itu didukung oleh gelombang Rossby Ekuator, gelombang Kelvin, serta gelombang frekuensi rendah yang cenderung persisten.

Kombinasi ketiganya berpotensi semakin meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan curah hujan, terutama di wilayah perairan dan daratan Indonesia bagian tengah hingga timur.

Di sisi lain, Ex-Siklon Tropis Narelle yang terpantau di pesisir barat Australia bagian utara masih memberikan pengaruh tidak langsung terhadap dinamika atmosfer di Indonesia.

Kondisi itu terutama meningkatkan kecepatan angin di wilayah Nusa Tenggara Timur, Laut Timor, dan sekitarnya, serta konvergensi dan konfluensi di perairan selatan Sulawesi dan Maluku bagian selatan hingga tenggara.

Sumber : https://www.kompas.com/tren/read/2026/03/26/060000165/prakiraan-bmkg--sejumlah-wilayah-berpotensi-hujan-lebat-dan-angin-kencang

admin

Ikuti kami di media sosial lain untuk mendapatkan update berita terkini dan konten eksklusif lainnya.

4 Comments

Ratna Reply

Menarik sekali. Saya jadi ingin tahu lebih banyak

Hendra Reply

Informasi ini sangat berguna

Lina Reply

Saya baru tahu tentang hal ini

Irfan Reply

Terima kasih atas informasinya

Dewi Reply

Saya akan mencari tahu lebih lanjut tentang ini

Rina Reply

Luar biasa! Terima kasih sudah berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *