BAP, Cikarang – Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi dan penertiban besar-besaran terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai membebani keuangan negara. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan memastikan uang rakyat dikelola secara optimal. Menurut Prabowo, selama ini tidak sedikit BUMN yang tidak menghasilkan keuntungan, namun tetap membebani negara melalui biaya operasional serta pembayaran gaji direksi dan komisaris. “Masalahnya kemarin ini BUMN-BUMN ini, ya kita sudah tahu, ya, sudah lama jadi orang Indonesia saudara sudah mengerti. Ini sedang kita bersihkan, sedang kita tertibkan,” ujarnya. Prabowo kemudian menanyakan kepada Kepala Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) Dony Oskaria mengenai target efisiensi jumlah perusahaan pelat merah. Ia menyebut jumlah BUMN yang saat ini mencapai lebih dari 1.000 perusahaan dapat dipangkas hingga tersisa sekitar 250 perusahaan. “Dari 1.000 lebih BUMN sekarang kita sudah tutup lebih dari 200. Nantinya kita akan buat tinggal sekitar 300. Gimana, Pak Dony? Ujungnya kita bisa berapa BUMN? Ujungnya nanti 250?” tanya Prabowo yang disambut anggukan oleh Dony. Ia menilai pengurangan jumlah BUMN diperlukan untuk menekan biaya overhead yang selama ini membebani keuangan negara. “Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup. 750 dirut, 750 direksi kali 4 atau kali 5, 750 komisaris dikali 10. Overhead-nya seperti apa, gajinya seperti apa. Saudara-saudara, ini uang rakyat semua. Perusahaan tidak untung, hanya bayar overhead,” lanjut Prabowo.
Sumber : https://economy.okezone.com/read/2026/06/30/320/3227206/prabowo-tutup-lebih-dari-750-bumn-yang-rugi





Ratna Reply
Menarik sekali. Saya jadi ingin tahu lebih banyak