Iran Ancam AS dengan Strategi Perang Baru: 'Anda Tak Akan Lolos dari Dasar Neraka!'

BAP, Cikarang –  Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, telah mengancam Amerika Serikat (AS) dengan strategi perang baru Teheran di Timur Tengah. Ancaman dilontarkan setelah kedua negara kembali saling serang dalam beberapa hari terakhir. “Dengan perjuangan putus asa ini, Anda tidak hanya akan gagal lolos dari dasar neraka yang telah Anda ciptakan sendiri," tulis Rezaei di akun X-nya, @ir_rezaee, Rabu (2/9/2026). "Tetapi Anda akan segera melihat bahwa strategi baru Iran di medan perang, diplomasi, dan dalam menghadapi blokade ekonomi akan menghancurkan fondasi Anda,” lanjut pejabat tersebut, yang dikenal sebagai tangan kanan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei. Rezaei tidak mengungkap rincian strategi perang baru yang diterapkan.

Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa mengatakan bahwa Washington telah melancarkan gelombang baru serangan “besar dan kuat” terhadap target-target Iran di dekat Selat Hormuz. Serangan tersebut dilakukan setelah Trump mengeklaim bahwa tindakan itu merupakan pembalasan atas upaya Iran memasang ranjau laut di Selat Hormuz. “Amerika Serikat, saat ini juga, sedang menyerang sasaran-sasaran Iran di dekat Selat Hormuz. Serangan tersebut besar dan kuat, sebagai pembalasan atas upaya Iran yang gagal memasang ranjau laut di Selat Hormuz, yang saat ini tidak memiliki ranjau sama sekali (semuanya telah disingkirkan atau diledakkan!), serta tindakan Iran menembakkan delapan rudal ke pangkalan militer kami di Yordania, yang semuanya berhasil ditembak jatuh,” tulis Trump di media sosial.

Trump memperingatkan bahwa setiap aksi balasan Iran atas apa yang dia sebut sebagai “serangan yang dibenarkan” akan dibalas dengan serangan yang jauh lebih keras. Komando Pusat AS atau CENTCOM dalam unggahan di X memberikan rincian mengenai serangan terbaru Amerika dan mengatakan bahwa operasi itu dilakukan sebagai respons terhadap upaya serangan terbaru oleh IRGC terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz serta terhadap personel militer Amerika yang ditempatkan di kawasan Teluk. Iran mengeklaim telah membalas dengan menyerang target-target militer AS di Yordania, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Bahrain, dan Erbil—wilayah Kurdistan yang memiliki pemerintahan otonom di Irak. Teheran menyatakan serangan tersebut dilakukan sesuai dengan hak melekat untuk membela diri dan mendesak negara-negara di kawasan tersebut agar mencegah militer AS menggunakan wilayah mereka untuk melancarkan serangan. "Sebagai tanggapan atas kejahatan ini, pada waktu subuh hari ini, para pejuang pemberani dari Angkatan Darat IRGC—bersamaan dengan serangan terhadap pangkalan AS di Yordania, Bahrain, dan Erbil—melakukan serangan gabungan rudal dan drone yang menyasar pusat komando serta tempat tinggal komandan AS di pangkalan Ali Al-Salem," kata IRGC dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.

Sumber : https://international.sindonews.com/read/1745841/43/iran-ancam-as-dengan-strategi-perang-baru-anda-tak-akan-lolos-dari-dasar-neraka-1788394172#goog_rewarded

Rafa

Ikuti kami di media sosial lain untuk mendapatkan update berita terkini dan konten eksklusif lainnya.

4 Comments

Ratna Reply

Menarik sekali. Saya jadi ingin tahu lebih banyak

Hendra Reply

Informasi ini sangat berguna

Lina Reply

Saya baru tahu tentang hal ini

Irfan Reply

Terima kasih atas informasinya

Dewi Reply

Saya akan mencari tahu lebih lanjut tentang ini

Rina Reply

Luar biasa! Terima kasih sudah berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *