Hindari 4 Kesalahan Fatal Saat Mobil Terendam Banjir

BAP, Cikarang – Curah hujan ekstrem yang mengguyur Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat beberapa pekan terakhir kembali mengingatkan bahwa bencana banjir bisa datang kapan saja, bahkan di lokasi yang biasanya aman dari genangan.

Banyak video dan foto beredar memperlihatkan kendaraan yang terendam, mulai dari kawasan permukiman hingga area parkiran pusat kota.

Permasalahan yang sama kerap terjadi di wilayah rawan banjir seluruh Indonesia yakni rumah berada di area cekungan atau dekat aliran sungai, sehingga mobil ikut terendam saat air naik tiba-tiba.

Dalam kondisi darurat seperti ini, pemilik mobil sering kali panik dan terburu-buru menyelamatkan kendaraan, padahal langkah yang keliru justru dapat membuat kerusakan semakin parah dan menggagalkan klaim asuransi.

  • Berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat mobil berisiko atau sudah terendam banjir seperti dikutip VIVA Otomotif dari laman Asuransi AstraPastikan posisi mobil berada di area aman Jika banjir mulai menggenang, usahakan segera memindahkan mobil ke tempat lebih tinggi. Namun apabila tidak memungkinkan, tutup knalpot agar air tidak masuk ke ruang mesin dan merusak komponen internal.
  • Lepaskan kabel negatif aki untuk mencegah korsleting Sebelum mobil sepenuhnya terendam, lepas kabel negatif aki (bertanda simbol minus dan biasanya berwarna hitam). Langkah sederhana ini dapat mencegah korsleting listrik yang berdampak pada seluruh rangkaian kelistrikan kendaraan dan berujung pada biaya perbaikan besar.
  • Cek kondisi oli setelah banjir surut Ketika air bercampur dengan oli, warnanya berubah menjadi putih seperti susu. Jika ini terjadi, tangki oli harus benar-benar dikuras dan diganti. Pengurasan sebaiknya dilakukan di bengkel resmi untuk memastikan tidak ada residu air yang tertinggal.
  • Jangan menyalakan mesin saat mobil terendam banjir

Kesalahan paling sering dilakukan pengendara adalah langsung mencoba menyalakan mobil begitu air mulai surut. Padahal, jika air sudah masuk ruang mesin atau sistem kelistrikan, menyalakan kendaraan justru berpotensi memicu korsleting, kerusakan mesin, hingga water hammer. Solusi paling aman adalah memanggil bengkel atau layanan darurat untuk pemeriksaan menyeluruh.

Sering kali pengendara tidak memiliki cukup waktu memindahkan mobil ketika banjir meluas dengan cepat.

Namun setelah banjir surut, sangat penting untuk menghubungi pihak asuransi terlebih dahulu sebelum melakukan perbaikan sendiri.

“Perbaikan tanpa persetujuan dapat menggagalkan klaim.

Mengacu pada Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) pasal 3 ayat 4, klaim dapat ditolak jika kendaraan dikemudikan secara paksa meski secara teknis tidak laik jalan,” kata Head of PR, Marcomm, & Event Asuransi Astra, L Iwan Pranoto. 

Sumber : https://www.viva.co.id/otomotif/1864744-hindari-4-kesalahan-fatal-saat-mobil-terendam-banjir

admin

Ikuti kami di media sosial lain untuk mendapatkan update berita terkini dan konten eksklusif lainnya.

4 Comments

Ratna Reply

Menarik sekali. Saya jadi ingin tahu lebih banyak

Hendra Reply

Informasi ini sangat berguna

Lina Reply

Saya baru tahu tentang hal ini

Irfan Reply

Terima kasih atas informasinya

Dewi Reply

Saya akan mencari tahu lebih lanjut tentang ini

Rina Reply

Luar biasa! Terima kasih sudah berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *