BAP, Cikarang – Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, NTT, kembali erupsi pada Kamis pagi (23/4/2026), pukul 07.21 Wita.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom letusan teramati mencapai 1.800 meter di atas puncak, atau sekitar 3.384 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya.
Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22.2 mm dan durasi 103 detik.
Petugas Pos Pantau Gunung Lewotobi Laki-Laki Emanuel Rofinus mengimbau warga dan wisatawan yang berada di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki untuk tidak beraktivitas apapun dalam radius 4 Km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.
"Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya," ungkapnya.
Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki juga diimbau untuk waspada terhadap potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki, jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote.
"Masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-Laki, memakai masker atau penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan," katanya.
Sepanjang 2026, Gunung Lewotobi Laki-Laki tercatat sudah meletus sebanyak 48 kali.
Hingga hari ini, Kamis, 23 April 2026, pukul 09.18 WIB, Gunung Lelwotobi Laki-Laki masih berstatus Waspada (Level II).
Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki
Berdasarkan data PVMBG, menurut hasil pemantauan sepanjang Rabu (22/4/2026), pukul 00.00-24.00 WIT, Gunung Lewotobi Laki-Laki tercatat mengalami 9 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 3.7-14.8 mm, dan lama gempa 82-227 detik, kemudian 1 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 4.4 mm, dan lama gempa 37 detik, lalu 1 kali Harmonik dengan amplitudo 5.7 mm, dan lama gempa 40 detik.
Pada periode pengamatan itu pula, terjadi 6 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 2.9-3.7 mm, dan lama gempa 64-80 detik, lalu 10 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 4.4-22.2 mm, dan lama gempa 24-30 detik, kemudian 3 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 2.9-10.5 mm, S-P 1.8-2.5 detik dan lama gempa 14-23 detik, lalu 8 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 2.9-10.5 mm, S-P 4.5-9.7 detik dan lama gempa 24-37 detik, serta 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 14.8 mm, S-P 18.6 detik dan lama gempa 60 detik.





Ratna Reply
Menarik sekali. Saya jadi ingin tahu lebih banyak